Polda Jawa Timur Ungkap Peredaran 9 Kg Sabu-Sabu dari jaringan internasional yang berasal dari Malaysia. Dalam pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat 9,463 kilogram serta 5.814 butir ekstasi.

Penangkapan Empat Terdakwa dengan Peran Berbeda
Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Timur, Kombes Pol Robert Da Costa, menjelaskan bahwa keempat terdakwa memiliki peran yang berbeda dalam jaringan ini. Mereka terdiri dari MAY (37), warga Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo; KF (36), warga Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik; HAR (56), warga Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya; dan MH (28), warga Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Menurut Robert, MAY dan KF berperan sebagai mediator dalam jual-beli sabu-sabu. Sementara itu, HAR bertugas menerima barang dari jaringan Surabaya-Madura, dan MH adalah bandar yang mengatur distribusi narkoba dalam jaringan tersebut.
Modus Operandi Pengiriman Sabu-Sabu dari Malaysia
Robert juga menjelaskan bahwa jaringan narkoba menyelundupkan sabu-sabu dari Malaysia ke Surabaya dengan menyembunyikannya dalam elemen shock breaker yang dikirim lewat jasa pengangkutan barang. Modus ini cukup rumit dan bertujuan untuk mengelabui petugas agar tidak mudah terdeteksi.
Proses penangkapan para terdakwa berlangsung terpisah selama kurun waktu Februari hingga Mei 2025.
Kronologi Penangkapan Para Pelaku
-
MAY ditangkap pada Senin, 10 Februari 2025, pukul 07.45 WIB di kamar kost Dusun Modong, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.
-
KF diamankan di sebuah warung kopi di Kecamatan Panceng, Gresik, pada Sabtu, 3 Mei 2025, pukul 13.30 WIB.
-
HAR ditangkap di kamar kost Jalan Sawah Pulo, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya, pada Jumat, 9 Mei 2025, pukul 22.00 WIB.
Upaya Polda Jawa Timur dalam Memberantas Narkoba
Pengungkapan kasus ini menunjukkan komitmen Polda Jawa Timur dalam memberantas peredaran narkoba di wilayahnya, khususnya yang melibatkan jaringan internasional. Dengan kerja sama tim yang solid dan strategi penyelidikan yang matang, polisi berhasil memutus rantai distribusi narkotika yang meresahkan masyarakat.
Selain itu, Polda Jawa Timur juga terus mengimbau masyarakat untuk turut aktif melaporkan kegiatan mencurigakan terkait peredaran narkoba guna mendukung upaya penegakan hukum.
Dengan langkah tegas ini, polisi berharap bisa menekan peredaran narkoba di Jawa Timur sehingga masyarakat hidup lebih aman dan sehat. Penangkapan ini menjadi bukti nyata bahwa aparat kepolisian tidak akan berhenti dalam melawan kejahatan narkotika.
Baca Juga : Seputar Berita Indonesia Lainnya.